Penjelasan Lengkap Tentang Jenjang SKK Konstruksi

Jenjang SKK Konstruksi – Pekerja bidang konstruksi memiliki jenjang atau tingkatan keterampilan dan pengetahuan sesuai keahlian masing-masing. Jenjang SKK konstruksi ini terdiri dari jenjang 1 sampai 9.

Setiap jenjang memiliki tanggung jawab masing-masing dengan syarat khusus dan tingkatan akademi yang mendukung keahliannya. Untuk penjelasannya, tulisan ini akan mengupasnya hingga tuntas.

Penjelasan Lengkap Tentang Jenjang SKK Konstruksi
Penjelasan Lengkap Tentang Jenjang SKK Konstruksi

Lihat Juga : Contoh SKK Konstruksi

Jenjang SKK Konstruksi

Sertifikat Kompetensi Kerja atau SKK konstruksi adalah bukti resmi legalitas pekerja konstruksi yang menunjukkan tingkat keahlian individu. Setiap keahlian sesuai dengan skema jabatan SKK konstruksi menurut peraturan yang berlaku.

Peraturan SKK konstruksi mencakup prinsip dasar, pengetahuan akademik, keterampilan sesuai tingkatan keahlian. Berikut adalah penjelasan jenjang SKK konstruksi dan jabatan kualifikasinya:

1. Jenjang 9 (Ahli Utama)

Persyaratan pendidikan untuk Ahli Utama adalah S1/S1 terapan/D4 terapan dengan pengalaman dan jabker minimal 8 tahun dan pengalaman profesi 8 tahun.

S2/S2 Terapan/Pendidikan spesialis 1 dengan minimal memiliki pengalaman 4 tahun dan Doktor/Doktor Terapan/Pendidikan Spesialis_2.

Apa itu SKK proyek untuk Ahli Utama jika sudah lulus uji kompetensi dan memahami semua masalah konstruksi mulai dari sistem perencanaan hingga panduan teknis pengelolaan tim proyek. Ahli Utama adalah jenjang tertinggi dalam SKK konstruksi.

2. Jenjang 8 (Ahli Madya)

Syarat Ahli Madya jika lulus S1/S1 Terapan/D4 Terapan dengan pengalaman minimal 6 tahun dan profesi dengan jabker minimal 6 tahun. Sedangkan untuk Magister/Magister Terapan/S2/S2 Terapan/Pendidikan Spesialis_1 tanpa pengalaman kerja.

Pekerja yang masuk jenjang SKK konstruksi 8 harus mempunyai pengetahuan, keterampilan dan ahli dalam perencanaan, analisis teknik hingga mampu mengelola proyek dengan baik. Selain itu Ahli Madya harus lulus uji kompetensi jenjang 8.

3. Jenjang 7 (Ahli Muda)

SKK jenjang 7 memiliki syarat akademis lulusan S1/S1 Terapan/D4 Terapan mengutamakan 2 tahun pengalaman kerja. Pekerja juga harus lulus uji kompetensi jenjang 7.

Syarat SKK jenjang 7 yang harus 2 tahun pengalaman kerja memberi kesempatan  untuk menjajal kemampuan bekerja langsung dalam proyek.

SKK jenjang 7 untuk apa kategori Ahli Muda yang kinerjanya diawasi langsung oleh 2 tingkat atasnya yaitu jenjang 8 dan 9. Ahli Muda akan terlibat langsung bersama Ahli Utama dan Ahli Madya untuk melakukan perencanaan, survei tempat proyek dan melakukan pengukuran.

4. Jenjang 6 (Teknisi/Analis)

Syarat kualifikasi jenjang 6 tahun 2023 atau yang terbaru masih sama yaitu lulusan D3 dengan pengalaman 5 tahun. Khusus lulusan S1/S1 Terapan/D4 Terapan tidak butuh pengalaman kerja.

Semua harus lulus uji kompetensi jenjang 6 sesuai aturan dengan kode tertentu dan mampu melakukan kerja konstruksi secara mumpuni. Pekerja yang masuk kategori teknisi/analis dapat melakukan analisa dan mengoperasikan mesin konstruksi dengan baik.

5. Jenjang 5 (Teknisi/Analis)

Syarat SKK jenjang 5 adalah lulusan SMA dengan pengalaman kerja minimal 12 tahun, SMK dengan pengalaman kerja minimal 10 tahun dan D1/SMK plus dengan pengalaman 8 tahun kerja. 

Sedangkan lulusan D2 pengalaman kerja minimal selama 4 tahun dan lulus D3 tanpa perlu pengalaman kerja. Semuanya harus lulus uji kompetensi jenjang 5.

Teknisi/analis jenjang 5 wajib memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang rancangan konstruksi, pandai memantau kualitas konstruksi dan pengujian laboratorium.

6. Jenjang 4 (Teknisi/Analis)

Teknisi/analis jenjang 4 harus lulus SMA dengan minimal pengalaman kerja selama 6 tahun, SMK dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dan D1/SMK plus dengan minimal pengalaman kerja 2 tahun.

Khusus D2 tidak perlu pengalaman kerja. Syarat SKK jenjang 4 harus lulus uji kompetensi jenjang 4. Apa itu SKK jenjang 4 adalah Teknisi/analis yang memahami prinsip dasar konstruksi dengan baik.

Pekerja juga terlibat secara langsung dalam perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan proyek. Semua kinerjanya masih dalam bimbingan jenjang di atasnya.

7. Jenjang 3 (Operator)

Pekerja yang masuk jenjang SKK konstruksi tingkat 3 wajib memenuhi syarat lulus pendidikan dasar dengan syarat minimal kerja 5 tahun, SMA minimal kerja 4 tahun dan SMK minimal pengalaman kerja 3 tahun.

Sedangkan untuk D1/SMK plus tidak ada minimal pengalaman kerja. Selain tingkatan akademik, pekerja harus lulus uji kompetensi jenang 3.

SKK konstruksi 2023 khusus jenjang 3 wajib memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan alat konstruksi contoh seperti mesin pemadat atau bor.

8. Jenjang 2 (Operator)

Syarat operator yang masuk jenjang 2 adalah pendidikan dasar minimal 2 tahun, SMA dengan pengalaman minimal kerja 1 tahun dan SMK tanpa perlu pengalaman kerja. Untuk masuk skema jabatan operator wajib lulus uji kompetensi jenjang 2.

Operator jenjang 2 mampu mengoperasikan alat berat dengan baik. Akan tetapi masih dibimbing langsung oleh satu jenjang di atasnya.

9. Jenjang 1 (Operator)

Syarat daftar jenjang 1 harus memiliki pengalaman kerja 2 tahun untuk non pendidikan dasar dan jika sudah lulus pendidikan dasar tanpa pengalaman kerja.

Jenjang 1 harus mampu mengoperasikan alat dan mesin konstruksi dengan bimbingan dan pengawasan dari tingkatan sebelumnya.

Setiap jenjang memiliki tugas sendiri-sendiri dalam bidang konstruksi sehingga pekerjaan tersistem dan terencana dengan jelas.

Bagaimana cara mendapatkan sertifikat kompetensi kerja? Pekerja mendapatkan sertifikat melalui uji kompetensi yang meliputi tes wawancara, pengetahuan dan keterampilan teknis.

Begitu penting SKK konstruksi sebab dalam contoh SKK konstruksi tercantum dengan jelas kualifikasi, sub bidang klasifikasi keahlian misalnya SKK pelaksana bangunan gedung.

Agar tidak repot untuk mengurusi sertifikasi legal, pekerja dapat menggunakan jasa layanan pembuatan SKK konstruksi yang terpercaya. Jangan khawatir mencari jasa layanan ini karena ada yang sangat terpercaya dengan kinerja profesional.

Lihat Juga : SKK Konstruksi

Jasa Pembuatan SKK Konstruksi Profesional pusatskk.com

Cara mengurus pembuatan sertifikasi dari berbagai jenis SKK konstruksi lebih mudah melalui jasa layanan handal yaitu pusatskk.com. Jasa layanan sudah memiliki kredibilitas tinggi dan digawangi tim profesional yang terpercaya.

Data aman dan pelayanan fast respon sehingga kapanpun membutuhkan tinggal menghubungi pihak layanan. Pembuatan SKK konstruksi lebih hemat, efisien waktu dan biaya pembuatan terjangkau.

Selain menerima jasa pembuatan SKK konstruksi, jasa layanan juga menerima pembuatan Sertifikat ISO, Sertifikat ESDM dan Sertifikat BNSP tentu dengan biaya ramah kantong.

Layanan spektakuler sangat memudahkan pekerja untuk mencari SKK konstruksi sesuai jenjang SKK konstruksi.

Penutup

Jenjang SKK konstruksi terdiri dari jenjang 1 sampai 9. Jenjang tersebut sesuai dengan keahlian dan keterampilan masing-masing individu dalam teknik konstruksi. Agar lebih praktis, sebaiknya menggunakan jasa layanan pembuatan SKK karena efisien dan hemat biaya.

Lihat Juga : SKK Konstruksi

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa saja jenjang SKK konstruksi?

Jenis SKK terdiri dari jenjang 1 sampai jenjang 9. Jenjang 1-3 masuk kategori operator, jenjang 4-6 kategori teknisi/analis dan jenang 7-9 kategori ahli.

2. Apa itu SKK Konstruksi?

SKK konstruksi merupakan dokumen atau sertifikat yang menunjukkan kemampuan seseorang dalam bidang keahlian konstruksi.

3. Ahli Muda SKK jenjang berapa?

Untuk Ahli Muda SKK jenjang berapa adalah jenjang 7 yang memiliki kemampuan perencanaan dan teknisi konstruksi yang masih didampingi Ahli Utama dan Ahli Madya.

Rate this post
Hubungi Kami
1
Hubungi Kami
Saya ingin membuat SKK, SBU, & ISO
Saya ingin membuat SKK, SBU, & ISO