Seputar SKK Konstruksi 2022- Pengertian dan Fungsi

Apa itu SKK Konstruksi? SKK atau Sertifikat Kompetensi Kerja Jasa Konstruksi adalah surat tanda pengakuan kompetensi kerja konstruksi. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai SKK ini, kami telah merangkumnya secara singkat di bawah ini.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh, maka bacalah artikel berikut dengan baik dan lengkap.

Seputar SKK Konstruksi 2022 - Pengertian dan Fungsi
Seputar SKK Konstruksi 2022 - Pengertian dan Fungsi

Pengertian SKK Jasa Konstruksi

Mungkin kebanyakan orang tidak mengetahui apa itu skk dan fungsinya. Oleh sebab itu, pada artikel ini kami berusaha menjelaskan kepada anda tentang apa itu SKK dan apa fungsinya.

Secara sederhana, SKK atau Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi merupakan sebuah sertifikat pengakuan atas keterampilan atau kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kerja konstruksi.

Berdasarkan UU No.2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, di pasal 68 dikatakan bahwa Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) dibedakan atas beberapa bidang keilmuan yang terdiri atas operator, tenaga teknisi dan analisis, dan tenaga ahli.

Jadi, Sertifikat Kompetensi Kerja ini merupakan suatu bentuk penilaian keterampilan dan keahlian para tenaga kerja konstruksi tersebut, yang bertujuan untuk menilai seberapa kompetennya para TKK dalam suatu badan usaha jasa konstruksi.

Sehingga, dapat dikatakan jika SKK Konstruksi ini diibaratkan seperti halnya rapor atau ijazah yang kita dapatkan saat lulus sekolah.

Pada mulanya, SKK ini terbagi atas Sertifikat Keahlian (SKA) dan juga Sertifikat Kemampuan (SKT). Namun merujuk pada landasan hukum Surat Edaran Menteri PUPR No. 02/SE/M/2021, SKA dan SKT ini kemudian digabungkan dan diberi nama SKK.

Lalu, apa fungsi dari SKK Jasa Konstruksi?

Baca Juga : SBU Online 2022

Fungsi SKK Jasa Konstruksi

Apa fungsi dari SKK? Dan mengapa SKK ini penting dan wajib untuk dimiliki oleh setiap Tenaga Kerja Konstruksi?

Seperti yang kita tahu bahwa SKK Konstruksi dapat dikatakan sebagai raport penilaian para Tenaga Kerja Konstruksi.

Oleh karena itu, setiap TKK diwajibkan untuk memiliki sertifikat penilaian ini yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikat Profesi (LSP) dengan tanda lisensi resmi dari Kementerian PUPR.

Hal ini dikarenakan, Sertifikat Kompetensi Kerja ini merupakan salah satu tanda bukti yang memperlihatkan seberapa kompeten dan ahlinya seorang TKK.

Selain itu, sertifikat ini juga bersifat resmi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya jika suatu saat ternyata terdapat kesalahan atau kekeliruan kompetensi TKK.

Di sisi lain, berdasarkan peraturan serta dasar hukum yang berlaku di Indonesia terkait Jasa Konstruksi. Terdapat aturan mengikat yang mewajibkan para kontraktor/ konsultan untuk memiliki tenaga kerja yang sudah terkualifikasi baik serta memiliki jenjang kerja, yang dapat dibuktikan dengan adanya Sertifikat Kompetensi Kerja untuk setiap TKK.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa SKK Konstruksi atau Sertifikat Kompetensi Kerja Jasa Konstruksi ini memang memiliki fungsi yang sangat penting dalam suatu badan usaha jasa konstruksi.

Ditambah lagi, SKK jasa konstruksi juga merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh badan usaha, ketika ingin melakukan pekerjaan proyek lapangan dan pengajuan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK).

Informasi lainnya

Sebagai informasi tambahan, untuk mendapatkan SKK ini para Tenaga Kerja Konstruksi diharuskan menjalani sebuah uji kompetensi SKK Jasa Konstruksi. Jika memang nilai yang diperoleh memenuhi standar, baru LSP akan mengeluarkan Sertifikat Kompetensi Kerja.

SKK Konstruksi ini juga hanya berlaku selama 5 (lima) tahun, sehingga setiap TKK harus melakukan masa perpanjangan SKK sebelum waktu tenggat masa berlakunya terlewat. Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

Hubungi Kami
Hubungi Kami
Saya ingin membuat SKK, SBU, & ISO